Bab 86: Apa yang Tak Bisa Kumiliki, Akan Kuhancurkan
Li Yaoguang gemetar tak terkendali. Dia sangat ketakutan.
Tapi jauh di lubuk hatinya, dia sangat tidak terima dengan Jiang Nan.
Dia sudah lama menanti pernikahan ini. Begitu banyak usaha yang dia keluarkan. Mana mungkin dia membiarkan Jiang Nan merusaknya?
"Kalau berani, lepaskan aku, Jiang Nan. Aku akan memberimu kesempatan."
Jiang Nan tertawa dingin. Seluruh tubuhnya memancarkan hawa pembunuh.
"Aku paling benci diancam. Aku yang seharusnya memberimu kesempatan."
Sambil bicara, tekanan di jari-jarinya bertambah. Tenggorokan Li Yaoguang terasa seperti akan pecah.
Darah mengalir dari sudut mulut Li Yaoguang. Pupuk mata menyempit. Dia tak bisa bicara lagi, hanya merintih.
Dia hampir mati.
Untungnya, Zhang Chunxiu berhasil mendekat.
"Jiang Nan, kau gila? Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia sekarang! Kau mau kambuh lagi?"
"Tolong... tolong saya, Bu!"
Wajah Li Yaoguang pucat pasi. Dia hanya bisa mengucapkan beberapa patah kata.
Kini dia benar-benar merasakan ajal. Jiang Nan akan membunuhnya. Sungguh mengerikan.
"Lepaskan! Dia kakak iparmu! Kau gila! Kau lupa bagaimana dulu kau ditangkap? Kenapa pernikahanmu batal? Sekarang kau mau rusak juga pernikahan adikmu? Para tetangga lihat! Nanti bagaimana aku mau berkaca muka?"
Zhang Chunxiu mendorong Jiang Nan.
Tapi Jiang Nan tetap tenang. Dia tidak bergeming.
Hingga suara Jiang Mengting terdengar dari belakang.
"Kakak, lepaskan dia. Dia tidak pantas dibela."
Api di mata Jiang Nan perlahan meredam.
Dia melonggarkan cengkeraman, lalu melemparkan Li Yaoguang keluar rumah.
Li Yaoguang terguling-guling beberapa kali, lalu terhuyung berdiri. Wajahnya babak belur, sambil batuk darah.
Dia naik pitam dan berteriak dari kejauhan.
"Jadi kau mau memutuskan hubungan denganku, ya? Jiang Mengting, aku tanya sekali lagi. Maukah kau menikah denganku?"
Jiang Mengting, dengan wajah penuh malu dan marah, berkata tegas, "Bahkan jika aku mati, aku tidak akan pernah menikah denganmu."
"Baik! Dasar perempuan sundal. Kau sendiri yang bilang. Semua orang dengar."
Li Yaoguang menatap sekeliling. Wajahnya dingin. Tiba-tiba berteriak sekencang-kencangnya.
"Para tetangga, kerabat, dan teman sekalian, kalian semua jadi saksiku. Jiang Mengting, perempuan jalang ini, memutuskan pertunangan sendiri. Itu bukan urusanku. Kalian tahu kenapa? Karena dia dan kakak laki-lakinya, Jiang Nan, berbuat mesum!"
Kata-kata itu seperti bom. Semua penonton terkejut. Suasana langsung gaduh.
"Apa? Masa sih? Mereka saudara! Itu inses, nggak bermoral! Masa tega?"
"Mungkin saja. Soalnya, keluarga Li kan baik-baik. Kenapa Jiang Mengting sampai memutuskan pertunangan? Lagipula, kenapa Jiang Nan tega mukulin orang? Kakak macam apa dia?"
Seketika, berbagai spekulasi liar bermunculan. Suara-suara melengking itu membuat Jiang Mengting malu sekaligus cemas.
"Itu tidak benar. Jangan dengar omong kosongnya. Dia bajingan, brengsek. Dia memfitnahku!"
Jiang Mengting makin panik. Tapi makin dia menjelaskan, makin terdengar lemah dan tak berdaya.
Tatapan-tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya membuatnya merinding.
Dia menutup telinga, tak kuat lagi. Dia memejamkan mata.
Secara naluriah, dia bersandar di dada Jiang Nan, mencoba melarikan diri dari semuanya.
Tapi justru itu yang menjadi peluang sempurna bagi Li Yaoguang untuk membuat keributan.
"Lihat, kan? Sudah kukatakan. Di siang bolong, di depan umum, mereka berdua mesra-mesraan, tidak malu-malu. Coba bayangkan, di balik pintu kamar tertutup, apa lagi yang mereka lakukan?"
Li Yaoguang menggertakkan gigi. Wajahnya gelap.
Dari kecil hingga besar, tidak ada yang tak bisa dia dapatkan. Yang ada hanyalah yang tidak dia inginkan.
Kalau dia tidak bisa memiliki, maka akan dia hancurkan.
Fitnah dan gosip seperti ini cukup untuk menghancurkan reputasi Jiang Mengting. Membuatnya dikenal sebagai perempuan murahan tak bermoral. Diasingkan, malu menampakkan wajah.
Zhang Chunxiu tidak tahan mendengar hinaan sekasar itu.
"Menantu, kenapa bicara sembarangan? Mari bicara baik-baik. Hari ini kan hari bahagia, kita..."
"Diam, nenek tua! Siapa menantumu? Mulai hari ini hubungan kita putus. Jangan pernah mendekatiku. Lihatlah muka serakammu yang mirip sama anak perempuanmu, sama-sama murahan."
"Putrimu itu sundal. Dia memainkanku, sekarang dia berpaling? Yang paling lucu, dia masih coba merayu minta uang? Huh! Apa aku terlihat sebodoh itu?"
Li Yaoguang marah luar biasa. Dia memaki tanpa kendali.
Des!
Sebuah kursi tiba-tiba melayang. Li Yaoguang kaget dan buru-buru mundur.
Jiang Gongcheng menampakkan diri sambil bersandar di dinding. Wajahnya merah padam menahan amarah.
"Pergi! Enyah! Kalau kau masih berkata-kata kotor, akan kubakar mulutmu, dasar buaya darat!"
Li Yaoguang mendongak, angkuh dan arogan.
"Hei orang tua, siapa yang takut sama kamu? Kamu pikir bisa main keroyokan? Semua uang yang sudah saya habiskan buat rumah ini, emas perak yang sudah saya belikan buat Jiang Mengting, kembalikan semua! Kalau tidak, saya pastikan kalian tidak akan tenang!"
"Siapa yang mau barang rongsokanmu? Saya tidak pernah duga kamu orangnya begini. Saya salah orang."
Zhang Chunxiu sudah kehabisan kesabaran. Kepura-puraan sudah terbongkar. Dia tidak mau mempermalukan diri lebih lama.
Sampai di sini, dia akhirnya sadar.
Kalau dia masih memelas-melas pada Li Yaoguang, apa kata tetangga?
Dia melemparkan semua angpau, perhiasan emas perak, dan barang berharga lainnya ke muka Li Yaoguang.
"Bencana! Mata saya buta, sampai-sampai begini. Sekarang saya jadi buah bibir. Ya sudah."
Zhang Chunxiu menutup muka dan menangis. Dia sudah malu setengah mati, ingin sembunyi.
"Huh! Nenek tua, cuma segitu? Mana yang lain?"
Zhang Chunxiu diam. Jiang Gongcheng menyenggolnya.
"Kasih semua barangnya ke bangsat itu. Kita nggak mau apa-apa darinya. Biar nggak ada yang bisa dijadiin gunjingan."
Zhang Chunxiu mengusap matanya, lalu menggeleng.
"Sudah semua. Ini saja."
"Omong kosong! Masih ada mutiara bercahaya yang belum dikembalikan. Dasar murahan! Itu pusaka keluarga Li, harganya ratusan juta. Kau mau mencurinya?"
Kata-kata Li Yaoguang membuat Zhang Chunxiu pusing. Dia hampir pingsan.
"Kau... kau ngawur! Aku tidak pernah lihat mutiara bercahaya. Jangan fitnah!"
"Dasar murahan! Jelas-jelas mencuri, pura-pura tidak tahu. Keluarga Li saya kaya raya, mana peduli dengan barang murah cuma ratusan juta? Semuanya lihat, begini kelakuan mereka!"
"Perempuan murahan, perempuan sundal, laki-laki begundal, orang tua bebal. Dengan ini saya nyatakan, saya Li Yaoguang putus hubungan dengan mereka semua."
Li Yaoguang makin lama makin berapi-api. Tiba-tiba dia merasakan angin dingin di belakangnya.
"Kau sudah puas bicara? Atau kau juga bosan hidup?"
Suara seperti guntur menggema di belakang Li Yaoguang. Dia kaget dan mundur. Saat menoleh, dia melihat mata Jiang Nan merah padam. Sangat mengerikan, seperti iblis dari neraka. Bulu kuduknya langsung berdiri.
-https://www.novelterjemahanterbaru.my.id/2026/04/bab-87-kamu-ternyata-punya-beberapa.html
#noveldewaperang #novelindo #novelpetualangan #novelseru #novelayahkudewaperang #dewaperang #ceritanovel #novelterkini #novelpopuler #novelupdate #novelterkini #novelterjemahan #novel

Posting Komentar