Bab 204 Pertemuan Tak Terduga

 



Bab 204 Pertemuan Tak Terduga


Shen Xiang sangat gembira bisa bertemu Leng Youlan di sini, tapi juga bingung. Yang lebih mengkhawatirkannya adalah Leng Youlan sedang bertarung dengan seseorang.


Shen Xiang melompat ke atas pohon tinggi dan langsung melihat seorang wanita berambut putih.


Rambut putih Leng Youlan terurai di bahu, wajahnya yang tajam dan cantik memancarkan keangkuhan. Sepasang mata gelapnya yang berkilau penuh wibawa mengawasi para pria kekar yang mengepungnya. Ia mengenakan baju zirah hitam yang gagah, namun tetap tak mampu menyembunyikan lekuk tubuhnya yang montok dan dewasa. Pedang besar tersandar di punggungnya. Ia memancarkan pesona aneh: dewasa, dingin, mendominasi, sekaligus cuek—perpaduan yang memikat.


"Youlan tampaknya belum genap dua puluh tahun, tapi sudah begitu luar biasa!" puji Shen Xiang dalam hati.


"Penyihir berambut putih, kau sudah berkali-kali menghalangi kami. Hari ini jumlah kami lebih banyak, kau pasti celaka!" salah satu pria kekar mengayunkan pedangnya ke arah Leng Youlan. Lima pria kekar lainnya pun menyerang serentak.


Shen Xiang hendak melompat turun, tapi tiba-tiba merasakan hawa dingin menyengat. Ia melihat tubuh ramping Leng Youlan memancarkan aura dingin yang langsung membentuk beberapa dinding es di sekelilingnya, menahan semua serangan pedang. Pada saat yang sama, Leng Youlan menghilang—itu adalah gerakan kecepatan tinggi yang pernah diajarkannya pada Shen Xiang dulu. Leng Youlan memang sudah ahli dalam hal kecepatan sejak lama.


Meskipun Shen Xiang bisa melacak pergerakannya dengan indra ilahi, jika ia ikut turun tangan, mungkin ia takkan mampu mengejar kecepatan Leng Youlan.


Kilatan cahaya dingin menyambar. Leng Youlan muncul kembali, menghunus pedang besar dari punggungnya, dan dalam satu tebasan membelah tubuh pria kekar itu menjadi dua.


Serangkaian tebasan pedang cepat menyusul. Leng Youlan menebas para pria kekar yang berdiri kaku di tengah dinginnya es. Darah segar membasahi tanah beku, dan aroma anyir langsung membeku di udara.


Shen Xiang menarik napas dalam-dalam. Ia tak menyangka seorang wanita bisa sekejam itu—tapi ia sadar, ayah Leng Youlan adalah seorang jenderal kejam, dan putrinya pasti mewarisi sifat itu.


"Aku tahu kau di sana. Keluar sekarang, atau kau juga akan kubunuh!" ujar Leng Youlan dingin, suaranya penuh wibawa.


Shen Xiang lega. Leng Youlan ternyata telah mencapai tahap keempat Alam Bela Diri Sejati, dengan energi sejati yang sangat dalam. Ia juga memiliki dua meridian es dan api, yang berada di bawah Meridian Ilahi.


Mereka yang tadi menyerang Leng Youlan semuanya berada di tahap kedua Alam Bela Diri Sejati, tapi dalam sekejap mereka tewas oleh Leng Youlan. Yang membuat Shen Xiang kagum, Leng Youlan membunuh tanpa berkedip—begitu brutal.


Shen Xiang melompat turun dari pohon dan mendarat tepat di depan Leng Youlan, menatapnya saksama. Wajahnya yang sangat cantik dengan ekspresi angkuh itu tampak liar dan menggoda. Rambut putihnya, sikapnya yang angkuh, serta wajahnya yang cantik dan dewasa—semuanya memikat. Meskipun dadanya yang bidang terbungkus rapat baju zirah, tatapan orang tetap sulit lepas.


"Kalau kau terus menatapku, akan kucungkil matamu!" bentak Leng Youlan marah. Tatapan Shen Xiang terlalu lama tertuju padanya, terutama ke dadanya yang bidang.


Leng Youlan tak mengenali Shen Xiang karena ia menyamar sebagai pria paruh baya. Dulu saat mereka bertemu, Shen Xiang masih bocah polos.


"Kalau bukan karena energi sejatimu yang terasa akrab, sudah kubunuh kau sejak tadi! Siapa kau dan apa urusanmu di sini? Kau bukan salah satu pengecut Sekte Pedang Angkuh, kan?" Leng Youlan melirik pedang di pinggang Shen Xiang.


Shen Xiang melihat sekeliling, lalu tersenyum, "Youlan, ini aku, Shen Xiang! Saudara angkatmu!"


Leng Youlan terkejut, mundur beberapa langkah, lalu mengamati Shen Xiang dengan saksama sebelum akhirnya menatap matanya.


"Kau benar-benar... kakakku!" Leng Youlan masih ragu. Suaranya memang familiar, dan tak banyak orang tahu hubungan mereka berdua. Namun ia tetap waspada.


"Hehe, ingat waktu pangeran itu menusukmu dengan jarum beracun? Aku yang menyelamatkanmu dan memberimu Buah Roh Emas, lalu membawamu ke Sekte Taiwu!" Shen Xiang tertawa, lalu tangannya mengepul dan menghapus riasannya, memperlihatkan wajah tampannya.


"Kakak!" Begitu melihat wajah itu, mata Leng Youlan langsung berkaca-kaca. Ia memeluk Shen Xiang erat. Mungkin karena terlalu bahagia, gadis keras kepala dan angkuh berambut putih ini akhirnya menangis.


"Gadis kecil, kenapa menangis! Tersenyumlah!" Shen Xiang tersenyum sambil mengusap wajahnya yang dingin dan cantik. Meski mereka tak lama saling kenal, entah mengapa kerinduan di antara mereka begitu dalam.


Leng Youlan menyeka air matanya, tersenyum tipis, dan tampak sangat menawan—bagaikan pelangi setelah hujan—membuat Shen Xiang terpana sejenak.


"Youlan, kau sudah besar! Dan sangat kuat, sampai berani mengancam akan mengebiriku!" goda Shen Xiang. Leng Youlan menunduk, pipinya memerah—pemandangan langka di wajah dinginnya. Ia meludah pelan.


Shen Xiang terkekeh, mengelus rambut putihnya yang halus, dan bertanya, "Youlan, bagaimana kabarmu di Lembah Angin Es? Ada yang menindasmu?"


"Aku baik-baik saja, kakak tak perlu khawatir!" Leng Youlan tersenyum manis. Meski bukan tipe wanita yang suka tertawa, saat ini ia terlihat sangat cantik.


"Syukurlah. Ayo pergi dari sini!" Shen Xiang memandangi mayat-mayat di tanah, lalu mencubit pipi Leng Youlan.


Leng Youlan mengangguk patuh seperti gadis kecil. Ia hanya merasa berterima kasih pada Shen Xiang, karena pria itulah yang mengubah takdirnya—tanpanya, ia takkan sekuat sekarang.


Ia membakar mayat-mayat itu, lalu menggenggam tangan Shen Xiang dan membawanya menembus hutan, sampai tiba di sebuah gua terpencil.


"Kakak, aku sudah dengar semua yang terjadi padamu. Aku sangat khawatir. Aku hendak pergi ke Sekte Taiwu mencarimu, tapi Guru Lembah melarangku. Katanya kekuatanku masih kurang!" Leng Youlan menuangkan anggur beraroma bunga untuk Shen Xiang. Shen Xiang tak menyangka Leng Youlan suka minum.


Shen Xiang tersenyum, "Youlan, fokus saja tingkatkan kekuatanmu. Aku bisa mengurus masalahku sendiri, jangan khawatirkan aku!"


Leng Youlan menjulurkan lidahnya main-main. Hanya di depan Shen Xiang ia menunjukkan sisi femininnya.


"Hmph, kakak selalu baik padaku, mengirimiku Pil Pendirian Fondasi berkali-kali. Banyak orang di lembah yang iri. Aku cuma ingin membantu kakak!" Leng Youlan adalah wanita yang sangat mandiri. Ia tak mau selalu dianggap adik kecil oleh Shen Xiang. Ia berlatih keras agar suatu hari bisa membantunya, meski tahu Shen Xiang sudah sangat kuat.


Shen Xiang tertawa, "Jadi kau datang ke sini untuk membantu Sekte Taiwu mengusir para pendekar iblis itu?"


Leng Youlan mengangguk, "Sekte-sekte iblis bersekongkol dengan Sekte Pedang Angkuh. Mereka berusaha mengusir penambang Sekte Taiwu dari sini sepuluh tahun lebih cepat."


Shen Xiang mengerutkan kening. Ia sudah lama curiga ada sesuatu yang tak beres di balik semua ini.


"Benarkah?" tanya Shen Xiang.


https://www.novelterjemahanterbaru.my.id/2026/06/bab-205-kekacauan-besar.html



‎#Novelpopuler #noveldewamedis #noveldewaobat #novelmedis #novelalkimia #novelterjemahan #dewamedis #dewaobat #novel #ceritanovel #novelupdate #novelterkini #novelterbaru 

‎Source : quanben

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama